Do what you wanna do and don't be afraid for that.
Being yourself and be true with who you are.
Sometimes people are just like sh*t.
Trying to get involved with your life.
Maybe some people are judging you like they are better than you, but they are not.
Don't ever give any sh*t for those people.
If you do, you're just making your life worse instead of making your life better.
Indeed, nobody's perfect.
But you have to realize that being yourself is the kind of perfection.
And being the best of yourself is perfection.
Enjoy our life, because we just have one shot for that.
Enjoy our life, because we will not be able to live twice.
And enjoy our life, because our life is worth it.
Selasa, 29 Desember 2015
Minggu, 05 April 2015
Nosadine
Dimana seharusnya aku berada? Apa yang harus kulakukan? Semua terlihat mulai runtuh, terutama Atavia. Kenapa mereka menyerang kami, membunuh, menyandera?
Aku harus membawa Liz dan ibu ketempat yang aman. Bukan tempat terang, kemungkinan aku akan membawa mereka ke kegelapan. Mereka harus bertahan, mereka pasti bisa bertahan. Liz berada disamping ibu, dia bahkan lebih hebat dariku.
Semua abu-abu. Aku tidak mengerti akan berbuat apa. Aku hanya ingin menyelamatkan mereka, Liz, dan ibu, mungkin juga ayah. Tidak. Kemungkinan dia sudah mati.
#random
Entah bagaimana, aku senang melihatmu.
Sahabat? kita tidak begitu dekat.
Pacar? mungkinkah?
Aku tahu, didunia ini tidak ada yang sempurna. Tapi melihatmu? itulah kesempurnaan.
Mungkinkah?
mungkinkah orang dapat merubah pemikiranku?
mungkinkah apa yang mereka lihat itu selaras dengan apa yang kuinginkan?
Salah? memang.
Aku sangat mengakui kesalahanku.
Tubuh ini terasa membentuk 2 kubu.
Yang satu berasal dari apa yang kuyakini
Dan yang lainnya berasal dari apa yang orang yakini.
Aku belum bisa memilih.
Tapi aku harus bisa memilih.
Sebelum nasi menjadi bubur.
Sebelum lautan mulai pasang.
Sebelum helaian rambut memutih.
Sebelum cinta berakhir hanya dengan memori.
Langganan:
Postingan (Atom)